Syarat-Syarat Muzakki Orang Yang Membayar Zakat

Apa saja syarat-syarat muzakki? Atau syarat kita menjadi orang yang memberikan zakat? Lebih jelasnya silahkan simak penjelasan kami berikut tentang syarat muzakki.

Apa Itu Muzzaki?

Muzzaki adalah seorang muslim ataupun lembaga yang pemiliknya beragama islam yang diwajibkan untuk membayarkan zakat atas harta yang dimilikinya dan harta tersebut sudah mencapai haul dan nisab.

Sebagai seorang muslim kita tahu bahwa Zakat adalah kewajiban yang tercantum dalam rukun islam yang kempat. Jadi ketika kita tergolong sebagai orang yang mampu maka kita wajib melaksanakan zakat.

Zakat adalah perintah atau cara kita untuk beribadah kepada Allah. Fungsi dari zakat adalah untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah. Perintah membayar zakat sudah tercantum dalam Al-Quran At-Taubah ayat 18 dan 71.

Zakat juga berfungsi untuk meminimalisir kehidupan kita yang terlalu sombong dengan kekayaan yang melimpah dan fokus dengan memperkaya diri sendiri. Dengan melaksanakan zakat ini akan membersihkan jiwa dan mengingatkan kita bahwa harta yang kita dapatkan hanyalah sebuah titipan.

Lalu apa saja syarat-syarat muzakki? Apakah setiap muslim bisa menjadi muzakki?

Syarat-Syarat Muzakki

Muzakki merupakan seorang muslim yang telah diwajibkan untuk membayarkan zakat dari harta yang dimilikinya setelah mencapai haul dan nisab. Untuk syarat atau nisab untuk menjadi seorang muzakki adalah sebagai berikut :

1. Seorang Muslim

Syarat untuk menjadi muzakki pertama adalah seorang muslim atau orang beragama islam.

2. Merdeka

Syarat muzakki kedua seorang muslim tersebut telah merdeka, dan tidak menjadi hamba sahaya. Sehingga ketika kita adalah termasuk muslim yang merdeka maka diwajibkan membayar zakat.

3. Dimiliki secara sempurna

Harta yang dimiliki seorang muslim untuk menjadi muzakki adalah kepemilikan harta tersebut adalah miliknya sendiri.

4. Mencapai nishab

Nisab untuk bisa menjadi seorang muzakki berbeda-beda, tergantung dari harta seorang muslim yang dimilikinya. Nisab emas dan perak dengan nisab hewan ternak akan memiliki nisab berbeda hitungannya.

5. Telah Mecapai haul

Harta yang dimiliki oleh seorang muslim harus mencapai haul, haul disini artinya harta tersebut telah dimilikinya selama 12 bulan atau 1 tahun penuh.

Jenis-Jenis Zakat

Dalam ajaran islam zakat terdiri dari 2 jenis yaitu zakat fitrah dan zakat maal, penjelasannya sebagai berikut :

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang seorang muslim wajib keluarkan ketika masuk bulan ramadhon atau sebelum 1 syawal. Zakat fitrah wajib hukumnya bagi seorang muslim yang sudah memiliki pendapatan yang lebih.

Zakat fitrah merupakan tanda syukur kita kepada Allah karena kita telah melaksanakan ibadah puasa ramadhon.

Dengan zakat fitrah kita akan membahagiakan orang yang berhak mendapatkan zakat seperti kaum fakir miskin di hari raya idul fitri. Zakat fitrah juga berfungsi untuk menghilankan dosa-dosa kecil yang selama ini kita lakukan saat menunaikan ibadah puasa ramadhon.

Untuk cara mengeluarkan zakat fitrah di bulan ramadhon atau sebelum 1 syawal, kadarnya adalah sebesar 3,5 liter beras atau setara dengan 2,5 KG beras.

2. Zakat Maal

Kedua ada jenis zakat bernama zakat maal, artinya adalah zakat harta. Jadi segala sesuatu dalam bentuk harta yang kita miliki jika telah memenuhi nisab dan hal maka diwajibkan untuk dizakatkan sebagian dari harta tersebut.

Untuk cara menghitung zakat mal adalah dengan mengetahui terlebih dahulu harta yang kita miliki, setelah itu baru menghitungnya.

Untuk zakat maal penghasilan, emas, dan perak nisabnya adalah 85 gram emas dan kadar yang dikeluarkan selama 1 tahun adalah 2,5%.